Deskripsi
Penulis: Ree
Tebal: 52 halaman
Malam larut di pos ronda yang sepi, gerobak bakso Jagat berdiri sendirian di bawah lampu kuning yang redup. Pria bertubuh tegap dengan kulit eksotis kecokelatan dan senyum tebal itu mengusap tangan sambil menunggu—hingga Candra muncul dari kegelapan, lelah usai bekerja, mencari semangkuk bakso untuk menghangatkan malamnya. Tapi yang ia temukan jauh lebih membara: setiap suap bakso Kang Jagat membuat darahnya mendidih, tubuhnya panas, dan gairah yang sudah lama terpendam meledak tanpa kendali. Candra yang tak punya siapa-siapa, yang tiap malam hanya mampu meraba dirinya sendiri hingga lelah tanpa pernah cukup, kini duduk di bangku plastik itu dengan nafsu yang menguap lebih pekat daripada kuah rempah di depannya—dan sang kang bakso menatapnya dengan mata yang tahu persis apa pelanggannya butuhkan.
Wajah Candra memerah, tangannya tanpa sadar meremas selangkangan sendiri, tonjolan yang keras tak lagi bisa disembunyikan di bawah celana kerja. Ia menatap Jagat dengan mata berkabut, bibirnya menggigit bawah, dan suaranya nyaris pecah saat mengakui bahwa seorang pria dewasa seharusnya tidak lagi menanggung rindu sendirian begitu lama. Jagat mencondongkan tubuhnya, senyumnya menebal, suara beratnya mendarat telinga Candra seperti bisikan yang tak bisa ditolak—udara di sekitar pos ronda seakan makin pengap, jarak makin menyusut, dan batas antara pelanggan dan kebutuhan yang jauh lebih murni tinggal menunggu satu kata untuk runtuh. Malam itu, Candra tahu, tidak akan berakhir hanya dengan semangkuk bakso.
Ketika seorang kang bakso menawarkan lebih dari sekadar kuah panas, dan seorang pria kesepian nyaris tak punya daya untuk menolak—apakah Anda, di posisi Candra, berani mengambil apa yang ditawarkan, atau terus memendam gairah itu sendirian di dalam kamar kosong selamanya?










Rudi (pemilik terverifikasi) –
Bagus , cerita sederhana tapi bisa membuat berfantasi mengikuti alur