Deskripsi
Penulis: Dome
Tebal: 43 halaman
Bagas, pria kekar berotot dengan bahu lebar dan dada bidang, tiba di kediaman terapis kejantanan di kawasan Darmo, Surabaya, membawa satu beban yang lama menggerogoti kepercayaan dirinya: performa di ranjang yang ia anggap kurang memuaskan. Ia menekan bel rumah Putra, terapis berusia tiga puluh tahun yang menyambutnya dengan senyum profesional hangat dan tubuh ramping atletis berbalut kaus longgar serta celana pendek rumah. Di ruang khusus yang redup, ditemani aroma minyak esensial dan embusan AC, tangan terlatih Putra mulai menyentuh titik-titik sensitif di sekitar pangkal paha dan batang kontol Bagas yang tebal dan panjang. Tekanan tepat, gerakan terukur—darah Bagas mengalir deras, napasnya memburu, dan batang kontolnya perlahan mengeras hingga ngaceng sempurna di balik sarung batik yang melilit pinggangnya.
Namun, satu sesi belum cukup untuk meyakinkannya. Keraguan masih menggayuti pikiran Bagas seperti kabut malam Surabaya yang tebal, membuat Putra terdiam dan menatap lekat pria tampan bertubuh maskulin itu. Lalu, sang terapis melontarkan tawaran tak terduga: jika Bagas merasa durasinya belum bertambah, sesi berikutnya akan ia berikan gratis—dengan satu syarat, mereka harus membuktikannya langsung di tempat itu juga. Hujan mulai turun di luar jendela, mengetuk atap seperti irama yang memacu denyut nadi, sementara tangan Putra pelan-pelan menyentuh batang kontol Bagas yang masih ngaceng di balik sarung. Bagas terkejut, tetapi tubuh kekarnya tidak menolak—matanya menyipit, napasnya memburu, dan ia nyaris membulatkan keputusan yang tak bisa ditarik kembali.
Tangan Putra sudah menyentuh batang kontol Bagas yang ngaceng di balik sarung. Hujan di luar makin deras mengetuk atap. Pintu kamar hampir tertutup, dan tinggal satu kata dari bibir Bagas untuk membuka jalan ke sisa malam yang tak bisa ditarik kembali. Mau ikut masuk ke ruangan itu bersama mereka, atau berhenti di sini?










Review
Belum ada yang kasih review.